Bertanya AKu dalam Hati
Salahkah harapku yang tak pasti
Seperti ingin memetik bintang di langit
sedang tuk berjalan saja masih ku terasa letih
Hayalku berlalu tapi ingat ini semua
isi hatiku yang tersalin pada selembar kertas ini
keluar dari mulutku , tergores oleh tanganku
berteman saja untuk ku berlebih apalagi memilikinya
Wajahnya indah terlihat indah dalam ingat
namanya terpatri dalam hati
sedang namaku disecarik kertas sobek pun mungkin tak tertulis olehnya
inikah yang dinamakan cinta bertepuk sebelah tangan
Biarlah semuanya mengalir seperti air
hingga merasuk disetiap sel-sel nadiku
agar dapat kurasakan indahnya merindu,
merindu atau mungkin pedihnya merindu
kau tahu, kau satu di dalam hatiku.
Ghoni berkata,
Agustus 6, 2008 pada 4:39 am
Andaikan orang yang cintai itu aku,
Ku tak kan pernah merelakan secarik kertas itu untukmu,
tapi akan ku berikan engkau satu buku utuh yang berukuran folio bergaris bahkan A0 untuk menuliskan namamu selalu.